Minggu, 08 Januari 2012

jilbab istriku..

Makna selembar kain yang menutup wajah
anggun itu, ia bukanlah tempat bersembunyi agar
wajah pas-pasan tidak terlihat, bukan pula tempat
menutup wajah cantik nan menawan, ia adalah
kain penutup yang bermakna ketakwaan.
Ketakwaan seorang wanita pada Allah dan Rasul-
Nya, sebagai bentuk rasa berserah sang hamba
pada-Nya.
Makna selembar kain yang menutup di wajah ini, ia
bukanlah sarana untuk membanggakan diri agar
terlihat lebih baik daripada yang lain, bukan pula
alat untuk unjuk gigi agar disebut shalihah
ketimbang yang tidak menutup muka, juga bukan
benda yang difungsikan untuk pamer dan riya’. Ia
adalah pakaian anggun yang mempunyai fungsi
sebagai pengontrol, agar terkendali sikap ini
berbuat aniaya dan hina. Pengendali agar diri tidak
terjerat pada ajang tebar pesona, entah di dunia
nyata atau maya.
Makna selembar kain yang menempel di wajah ini,
ia bukanlah kain yang dikenakan untuk tujuan
meraup simpati, tidak juga untuk tebar pesona dan
gengsi. Ia adalah kain yang mempunyai berlapis-
lapis manfaat, agar terjaga pandangan ini, terjaga
sikap ini pada lawan jenis yang bukan mahram,
juga untuk melindungi diri dari gangguan manusia
jahil.
Makna selembar kain di wajah ini, ia bukanlah alat
untuk meneriakkan ‘aku wanita bercadar yang lebih
baik dari kalian yang tidak bercadar’, tetapi ia adalah
alat untuk menutup aurat dan membedakan jati diri
muslimah dengan yang lain, yang dikenakan
bukan untuk merasa lebih baik dari yang tidak
bercadar. Ia adalah alat untuk mengukur diri,
sudah benarkah sikap ini sebagai muslimah sejati?
Juga sebagai alat untuk menahan diri dari
kehidupan dunia gemerlap.
Makna selembar kain yang melekat di wajah ini, ia
bukanlah kain yang cukup diartikan sebagai
penutup wajah saja. Ia adalah kain yang
hendaknya membuat diri pemakai semakin giat
mencari tahu, kenapa harus mengenakannya, agar
pemakai tidak jatuh pada taqlid/buta.
Makna selembar kain yang membalut diwajah ini,
ia bukanlah pertanda bahwa berarti pemakainya
adalah manusia istimewa, tetapi dari kain itulah
wanita belajar agar istimewa, menghindari pujian,
menepis sanjungan, menolak simpati murahan.

pahlawan keluarga (suami)

Hidup bagi sebagian orang tidak selalu mudah
untuk dilalui. Rentetan tanggung jawab akan
kebutuhan batin dan lahir, seakan terus
mendesak. Desakan tanggung jawab itu
mengharuskan mereka untuk tetap bertahan dan
tak boleh sama sekali mengeluh, walau batin
mereka adakalanya tidak selaras lagi dengan
keadaan.
Dan untukmu para istri, saksikanlah bahwa
mereka itu adalah suamimu, pahlawan
keluargamu.
Hargailah kerja keras mereka, wahai para istri
yang sholihah. Lihatlah betapa mereka telah
memberikan seluruh yang mereka punya
untukmu dan tetap tegaknya kehormatan dirimu
dan keluargamu.
Hiburlah mereka, wahai para istri yang cantik.
Sungguh, tugas dan kewajiban mereka menjaga,
memulyakan dan memenuhi kebutuhanmu,
bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
Lihatlah betapa suamimupun seakan begitu sulit
walaupun hanya untuk sekedar meluangkan
waktu bagi diri mereka sendiri, untuk benar-
benar merasa lega karena tertawa gembira.
Gembira karena seakan terlepas dari beban hidup
dan tanggung jawab mereka atas dirimu dan
keluargamu.
Bahagiakan mereka, wahai para istri calon
bidadari surga. Berilah mereka jeda waktu sekejap
saja meletakkan keletihan mereka dipundakmu.
Lihatlah betapa sebenarnya mereka rapuh tanpa
dorongan semangat darimu. Rasakanlah tentang
kebutuhan mereka untuk mendapat kehangatan
dalam kasih sayang di rumahmu.
Temanilah mereka, wahai para istri yang setia.
Pastikanlah kau menjadi hadiah terindah bagi
segala peluh dan kepenatan hidup mereka.
Pastikan mereka tidak merasa kesepian, dan
hanya sendiri melewati segala kesulitan dalam
penanggungan beban serta kejenuhan hidup ini,
sendiri.
Jika mereka diibaratkan sebuah kepala, maka
kaulah wahai istri yang sholihah, yang menjadi
leher penopang atas mereka.
Katakanlah kepada mereka...
Sungguh Mulia Engkau wahai para suami dan
para lelaki yang menghabiskan waktu dan hidup
anda demi menjadi sumber bagi kedamaian dan
kebahagiaan istri dan anak- anaknya.
Sungguh Mulia engkau wahai para pemikul
tanggung jawab yang merelakan separuh sifat
kemanusiawiannya hilang.
Yang tetap menguatkan diri untuk tidak bersedih
saat anggota keluarga yang lain bersedih.
Yang merelakan waktu istirahatnya habis, demi
kenyamanan tidur keluarganya.
Yang tetap harus tetap tegar walaupun
sebenarnya dirinya sendiri sudah sangat rapuh,
demi menopang kedamaian keluarga untuk selalu
hidup dalam sebuah terpenuhi.
Semoga Allah selalu mencurahkan kebahagiaan
dan kebaikan yang banyak bagi para suami
penopang tanggung jawab, dan pemikul
tanggung jawab yang sangat berat.
Dan untukmu wahai para istri, saksikanlah bahwa
mereka adalah para suamimu, pahlawan
keluargamu

wall (dinding)

Sahabat situslakalaka, tahukah kamu apa makna
—> WALL <— ?
Ia memberi makna DINDING.
☑~ Ke...napa 'dinding'?
Baik, saya teruskan pertanyaannya, ok (◕‿◕) ??.
☑~ Siapakah yang mewujudkan FB?
Mark Zuckerberg, seorang berbangsa YAHUDI.
☑~ Apa kaitan WALL dan YAHUDI???
Kaitan mereka sangat ERAT & MESRA;
Dinding Ratapan adalah tempat yang penting dan
dianggap suci oleh orang Yahudi. Panjang
tembok ini aslinya sekitar 485 meter, dan
sekarang sisanya hanyalah 60 meter.
Orang Yahudi percaya bahwa tembok ini tidak
ikut hancur sebab di situlah berdiam
"Shekhinah" (kehadiran ilahi). Jadi, berdoa di situ
sama artinya dengan berdoa kepada Tuhan.
Orang Yahudi berdoa di Tembok Barat
Tembok ini dulunya dikenal hanya sebagai
Tembok Barat, tetapi kini disebut "Dinding
Ratapan" karena di situ orang Yahudi berdoa dan
meratapi dosa-dosa mereka, meluahkan harapan,
ratapan & segala²nya dengan penuh penyesalan.
Selain mengucapkan doa-doa mereka, orang
Yahudi juga meletakkan doa mereka yang ditulis
pada sepotong kertas yang disisipkan pada celah-
celah dinding itu. (WIKIPEDIA).
Lalu perhatikan Dinding sahabat sahabat kita
kebanyakan di facebook ?? Sesuai keinginan
mereka bukan ?? Mark Z, dengan sangat lihai dan
tidak kentara, menciptakan Dinding Ratapan itu di
Facebook. Ya......Dinding facebook sekarang
berubah menjadi.......TEMBOK RATAPAN di dunia
MAYA.
Oleh karena itu, saya & kamu jangan jadikan
"WALL FB" ini sebagai tempat luahan perasaan
seperti mereka. Tapi jadikan ia sebagai tempat
pertemuan apa saja ILMU yang memberi manfaat
kepada umat NABI MUHAMMAD ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ walaupun hanya kepada seorang. Hati-
hatilah......
“Sungguh, kalian akan mengikuti langkah orang-
orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal
dan sehasta demi sehasta, bahkan seandainya
mereka masuk ke lubang dhabb pun,niscaya
kalian akan masuk pula ke dalamnya”, kami
bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah mereka
yang dimaksudkan itu Yahudi dan Nashrani ?”
beliau menjawab : “Siapa lagi kalau bukan
mereka?”
(HR. Al Bukhari dalam Shahihnya, kitab Ahaditsul
Anbiya, bab Ma Dzukira an Bani Israil 3456 dan
Kitab Al I’tisham bil Kitab was Sunnah, bab Qaulin
Nabi “latattabi’unna sanana man kana qablakum”
no. 7320 dan Muslim dalam Shahihnya, Kitab Al
Ilmi 2669)

hamil muda trimester

Mengapa Hamil Muda Malas Makan?
Pada awal kehamilan, calon ibu pasti akan
merasakan mual yang luar biasa. Selain membuat
calon ibu malas melakukan aktifitas, kondisi ini
ternyata juga mempengaruhi selera makan sang
ibu.
Meski sulit untuk menelan makan, usahakan agar
ibu hamil tetap makan, walaupun sedikit. Sebab
janin di dalam perut membutuhkan asupan
nutrisi. Terlebih lagi, pada masa 8 minggu
pertama kehamilan, otak janin mulai bertumbuh,
dan proses ini membutuhkan dukungan nutrisi
yang baik.
Penyebab
HcG (Human Chorionic Gonodotropin) adalah
sejenis hormon yang dihasilkan oleh plasenta
pada awal kehamilan. Keberadaan hormon
tersebut di dalam darah memicu reaksi penolakan
tubuh, karena dianggap sebagai benda asing.
Penolakan tubuh inilah yang memicu sensai mual
pada awal kehamilan. Dan rasa mual, seringkali
menyebabkan ibu tidak bisa menelan makanan.
Ketika fungsi plasenta telah sempurna, rasa mual
ini akan hilang, sehingga ibu kembali dapat makan
seperti biasa. Umumnya rasa mual akan berhenti
pada usia kehamilan 12-14 minggu (awal trimester
kedua).
Perubahan metabolisme glikogen hati pada ibu
hamil biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman,
dan penuh pada perut bagian atas, sehingga ibu
enggan untuk makan.
Faktor psikis juga berpengaruh terhadap nafsu
makan calon ibu. Misalnya, apakah calon ibu
memang mengharapkan kehamilannya atau
tidak.
Gangguan enzim. Saat hamil, enzim-enzim
pencernaan cenderung berubah, sehingga jika
seorang ibu sebelum hamil tidak memiliki keluhan
tukak lambung, bisa jadi ketika hamil merasakan
gangguan ini.
Ibu hamil terlalu pilih-pilih makanan karena cemas
memikirkan efek makanan itu bagi kesehatan
kehamilannya. Kondisi ini membuat ibu hamil
terpaksa mengonsumsi makanan yang mungkin
tidak ia sukai.
Tidak nafsu makan, jangan dituruti!
Jika calon ibu tidak mau makan sama sekali
dikhawatirkan akan terjadi ketidakseimbangan
kadar hormon di dalam tubuhnya. Dalam jangka
waktu tertentu, kondisi ini pasti akan
membahayakan ibu dan janin.
Bagi ibu, asupan makanan dibutuhkan agar
kondisi tubuh selama kehamilan selalu prima.
Sedangkan bagi janin, asupan nutrisi diperlukan
untuk mendukung pertumbuhan awal organ-
organ tubuh, dan pembentukan otak. Perlu
diketahui bahwa pertumbuhan otak yang optimal
berkaitan erat dengan nutrisi yang masuk ke
dalam tubuh ibu.
Solusi
Biar sedikit ibu hamil harus tetap makan. Langkah
tepat untuk menyiasati kondisi ini adalah:
Usahakan untuk tetap makan lebih sering dalam
porsi kecil.
Jauhi makanan bersantan, atau bercitarasa dan
beraroma tajam.
Hindari makanan yang dapat memicu
pembentukan gas dalam rongga perut, antara
lain: kacang tanah yang biasa terdapat di bumbu
ketoprak, gado-gado, sate, siomay dan
sejenisnya.
Perbanyak makan buah-buahan segar, seperti
apel, jeruk, pisang, pepaya.
Perbanyak minum air di antara dua waktu makan
dan hindari minum pada saat makan.

Rabu, 04 Januari 2012

untuk anaku yang masih didalam sana..

Nak,
Nak, Langkahkan kakimu mengelilingi bumi
Di situ engkau akan mengenal PemilikNYA
Tundukkan badanmu dan Pujilah Dia
Karena Asamu hanya PadaNYA…
Nak, Kenalilah bumi dan langit…
Tempat engkau lahir dan mati
Mencari ilmu dan bekal nanti
Nak, Kasih dan Sayanglah pada penghuni bumi
dan langit
Mereka ada hanya untukmu
Mereka musnah, engkaupun binasa
Mereka subur, engkaupun makmur
Engkau bersyukur, merekapun bersyukur
Nak, Dengarlah suara guruh…
Desiran angin..
Tetesan hujan…
Burung Berkicau…
Aliran darahmu….
Semua yang ada di bumi dan langit bertasbih
PadaNYA..
Ikutlah…ikutlah, selagi tarikan napasmu ada.

contoh nama baby

Contoh Nama Bayi
Achmad Rafli Maedhika
Adam Faiz Abdillah
Adeeva Afsheen Myesha Rosyadi
Adelheid Larina Devi
Adellia Kusuma Rachmawati
Adesya Utama Ardani
Afnie Kasmy
Ahmad Aqeel Tsaniy
Ahmad Tristan Putra Purwandana
Ahmad Yahya Ayyash
Aimeric Permata
Ainayya Fathiyyaturahma
Aisyah Nuha Zahira
Ajury Adil Diha
Akia Kynatha Nadezda Haryono
Alaric Muhammad Zeroun Haryono
Alayya Dzikra Gavaputri
Alfarrezal Raditya Hertanto
Alhamdika Rahmat Diha
Alifa Hibatillah Rayyana
Aliyyah Nabila Zahra
Aliyyah Nur'aini Shafiyah Putri Sampurna
Allisya Aura Ma'rifah
Alvin Pratista Agni
Alvina Faraditya
Alvino Daniel Hasudungan Sianturi
Alya Maraya
Alysa Intan Santika
Alysha Sarah Humayra
Alyssa Vanya Nazila
Amina Malika Salma
Amirul Radly Ragali
Amrina Rosyada
Anais Jelita
Anastasia Vania Feodora Selfianto
Andrea Reenee Shevanya
Angelica Adra Wahyu Leora
Annina Mehulinta Ginting
Aqila Syua Firayza
Aqilah Taqy Zhafirah
Arashi Faris Saerean Libinuko
Ariq Rifid Al Fatih
Arjuna Dean
Arlnov Shaquille
Armelle Kaitlyn Huang
Arya Pradana Yusya Putra
Asoka Firda Rahmadania Malaon
Athallah Musyaffa Prasetyo
Athar Narendra Erabbani Hartanto
Audis Maritzabell
Audrey Jasmine Aliaputri
Aufa Rizky Aulia
Aufti Tsabitha Zhahirah
Aulia Zahra Roy
Aura Jihan Fadilla
Aurelia Syahidati Putri
Aurora Pradipta Amelia
Azka Salsabila Dayyina Putri
Azka Syandana Rahman
Azmi Zidanil Naufal
Balqis Fayruz Zaman
Barra Malik Wibowo
Benedictus Sebastian Pratomo Soetopo
Benedictus Seraphino Sinulingga
Berwyn Dzaky Radhitya
Bintang Atarahman
Bintang Rizky Diwangga
Birdie Kennard Robert
Bizzati Hanif Raushan Fikri
Brahmantyo Wahyu Putra Adhi Pradhana
Caleb Antony Evan
Chairunnisa Salsabila Putri
Chavanraja Raynor Ma'mur
Chelsy Niktyo Sachiko Santoso
Christopher Justin Halim
Cut Aldila Febiana
Cut Alviana Fortundhiya
Cut Alya Fitriana
Czeivand Al-Lazuardi
Dafa Arkan Rifnata
Daffa Nurul Azizan Khasyatullah
Dafhina Adinda Putri
Damaris Afifah Yuharman
Demas Farrel Marfiansyah
Dorothea Tanaya Putri Anindita
Dzulfiqar Patriot Prinandatama
Elvira Mutia Anggraini
Evelyn Magdalena Irianto
Ezra Nathaniel Halomoan Sianturi
Fadrian Syam Ananta Rizqullah
Fakhri 'Ali Azadi
Farid Ghais Ramadhan
Fathimah Ghaida Azzahrah
Fathiya Zahra Santoso
Fatin Amabel Nirwasita
Fauzan Akbar Rusydian
Fayza Meifira
Faza Akbar Ramadhan
Febianne Hijra Syairraini
Ferreneza Amevie Lavianto
Filzah Risky Amalina
Firdania Zahrah Nurafifah
Francine Mentari
Gabriel David Florens Ayal
Galuh Pitantri Anindyanari
Gazelle Ivy Lovely Kanter
George Timotius Harefa
Grace Efata Scherienne Harefa
Gwen Alexandra Larasati Zahwan
Haidar Febryan Risqi Delliano
Haninda Aulia
Hannah Edith Togatorop
Hanny Octavia Ramadhani Savitri
Hansen Thadeus Wijaya
Helyanna Dorothy Michaela Haryanto
Hieronimus Adrial Wahyu Benitto
Hilmy Yudvan Al-Hufadzh Toar
Howard Bradley Christo Kanter
Immanoella Sekar Ayu
Irgen Gibran Usman Soeriawinata
Irvan Dzaki Praditya
Ixora Christi Gratia
Jacob Christopher
Jacyntha Octavania
James Christian
Jeremy Christian Mamora
Jesaya Marchell Glorious
Juan Antonio Marcelino
Juan Fredrick Nathanel Haryanto
Juan Loumy Samuel
Juan Steven Tjandrawinata
Justin Julio Caesar
Keisha Zahirah Margana
Kenji Muhammad
Kenzie Haidar Bryandani
Khalid Abdul Aziz
Khalila Sharen
Khansa Abhyasa Chakkari Libinuko
Khansa Fidelya
Khansa Hafishah Nabilah
Kiara Irza Hisanah
Kikandrya Charmaraiza
Kinanty Nur Fathiyya Ragata
Kolby Al Ghifari
Lanang Nayareswara Pribadi
Leonardo Ephraim Reinhart
Lidwina Gresani Diva Maheswari
Lintang Anggita Rarasati
Ludwina Zevania
Luna Jingga Attharyanda Kampua
Luqyana Chalwa Zakiah
Maharani Putri Annisa
Maharesi Sophia Azadi
Malta Kristina Rachman
Marcello Fabian Hasiholan Sianturi
Mazaya Nur Shadrina
Michael Aldrick Haryanto
Michaelangela Eowyn Herlina
Midori Rahmadhany Putri
Mohammed Rusydi
Moses Iron Putera S.
Muhamad Dhiyaul Haque
Muhammad Abiyyu Saqib
Muhammad Adha Alfarras
Muhammad Aditya Rafi Lesmana
Muhammad Aldino Putra Arya
Muhammad Arya Indra Putra
Muhammad Bagas Setyo Wicaksono
Muhammad Bagus Samudra Wibowo
Muhammad Bihar Al-Hubb
Muhammad Bimandhanu Ramadhan
Muhammad Danang Athaya
Muhammad Darrel Hugo Rabbani
Muhammad Dhanial Adhitama
Muhammad Dhimas Pranaya
Muhammad Farras Nashir
Muhammad Fathan Muzayyin
Muhammad Fathi Dhiyaulhaq
Muhammad Fauzan
Muhammad Galuh Bintoro
Muhammad Hannan Massimo Madjid
Muhammad Nararya Alvaro
Muhammad Naufal Adhipranata Bajeri
Muhammad Naufal Aliif
Muhammad Rafi Hanifaldin Alghani
Muhammad Rizky Ramadhan
Muhammad Setyobimo Widyarto
Muhammad Tristan Amadeo
Muhammad Vito Raditya Arethusa
Muhammad Zaky Rabbani
Nabila Istighfarina Amelia Putri
Nada Razani Musyaffa
Nadia Azzahra Fauzi
Nadine Makayla
Nadine Salwa Putri Arya
Nafisha Aurellia Zen
Nathaniel Abel Delanno
Naufal Takashi
Nayana Azzaira Prayogo
Nayla Syifa Nathania
Nazma Alifah Amabel
Nisrina Anatasya Earlene
Olivia Geordine Prameswari
Patrick Austin Christofer
Pijar Sahistya Mahiswara
Pradipta Maharani Widharry
Praisya Tsaqila Azzahra
Pramudito Bagas Umboro
Qaulan Sadida Anzata
Qisas Roy Jona
Rachel Gifanny
Raditya Nalendra Prabowo
Rafa Ayesha Fazila Putri
Rafael Clarence Herlino
Rafael Nugroho Putra Susanto
Raffi Rizqullah
Raganata Rizky Rayala
Rahma Nada Syahla
Raidah Qanitah Wibowo
Raisa Hanum Misaki Susanto
Raka Sayyidinnas
Rania Luthfana Al-Haq
Raqilla Al-Abrar
Rasyid Mutazsiraj
Ratu Aqilah Mahdiyyah
Ratu Rezkya Ramadhani
Rawikoro Aryo Purwosunu
Razan Muhammad Reza
Razan Nadhil Yaz
Raziq Muzakki Assajid
Reidandy Dimas Harimurti
Reinissa Zhafira Ramadhani
Reyhan Bayu
Riansyah Azzammudin Anas
Richard Martin
Rifira Maharani Syah Assjarif
Rifqi Andika Putra
Rio Prabu Buana
Rizwan Chandra Wijaya
Safitri Dening Pangestuti Malaon
Sangkakala Pangeran Indo
Sanubari Nuraulia Legawa
Sasabella Cintya Risqi Perdana
Satrio Seno Zaffran Nugroho
Sekar Raras Wijayanti
Septiandita Dwi Syanita Putri
Shannon Lutfi Fiorenza
Sharon Nathania Irianto
Shine Catherine Gunarto
Skolastika Larisa Devi
Sri Huga Wastu Parama
Sulthan Al Hafidz Eka Putra
Sulthan Naufal Putra
Sulthan Syahrel Syarifuddin
Syadillah Rafa
Syafiqa Aqila Pasa
Syahida Alyanry Putri
Syamil Dzikra Avicenna
Sydzakar Vaginawati
Syfa Nisrina Putri
Syifa Marsha Pradita
Talina Salamah Qolbi
Theodorus Andaru Anargya
Thoriq Fakhruddin Zahwan
Thoriq Muhammad Al Fatah
Tirga Agni Argyanti
Vacha Ar-Raniry
Vadlan Naufal Hafiz
Vania Carissa Salsabilla
Venantius Briel Santoso
Vincentius Nolan Nathanael Selfianto
Wira Mahadika Respati
Wulan Salwa Auranda Putri
Yuvelin Raihani Nur Alhaya
Zahra Nuraini Hadna
Zahronisa
Zalwa Afiqah
Zelena Mahendra Kencanamaya

Selasa, 03 Januari 2012

patimura dan soekarno hatta

"KATA-KATA HIKMAH"
UANG Rp1000 DAN Rp100.000
-------------------------------------
Uang Rp.1000 dan Rp 100.000 sama2 terbuat dari
kertas, sama2 dicetak dan
diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia. Pada saat
bersamaan mereka keluar
dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.
Empat bulan kemudian
mereka bertemu lagi secara tdk sengaja di dlm
dompet seorang pemuda.
Kemudian di antara kedua uang tsb terjadilah
percakapan, yg Rp.100.000
bertanya kpd yang Rp.1000, "Kenapa badan kamu
begitu lusuh, kotor dan bau
amis...? "
Dijawablah oleh yg Rp. 1000, "Karena aku begitu
keluar dari Bank langsung
berada di tangan orang2 bawahan, dari tukang
becak, tukang sayur, penjual
ikan dan di tangan pengemis."
Lalu Rp.1000 bertanya balik kpd Rp.100.000,
"Kenapa kamu kelihatan begitu
baru, rapi dan masih bersih? "
Dijawab oleh Rp. 100.000, "Karena begitu aku
keluar dari Bank, langsung
disambut perempuan cantik dan beredarnya pun
di restauran mahal, di mall
dan jg hotel2 berbintang serta keberadaanku selalu
dijaga dan jarang
keluar dari dompet."
Lalu Rp.1000 bertanya lagi, "Pernahkah engkau
mampir di tempat ibadah? "
Dijawablah, "Belum pernah."
Rp.1000. pun berkata lagi, "Ketahuilah bahwa
walaupun keadaanku sprt ini
adanya, setiap Jum'at aku selalu mampir di
Mesjid2, dan di tangan anak2
yatim, bahkan aku selalu bersyukur kpd Tuhan.
Aku tdk dipandang manusia
bukan karena sebuah nilai tapi karena manfaat..."
Akhirnya menangislah uang Rp.100.000 krn
merasa besar, hebat, tinggi tapi
tdk begitu bermanfaat selama ini.
Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi
seberapa bermanfaat
penghasilan Anda itu. Karena kekayaan bknlah
untuk kesombongan. Semoga
kita termsk golongan orang2 yg slalu mensyukuri
Anugerah dan memberi
manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dr
sifat sombong.