Kamis, 21 Juli 2011

Kerajaan dan Keraton yg pernah ada di Cirebon

Kerajaan dan Keraton yang pernah ada di
wilayah Cirebon
Beberapa Kerajaan dan Keraton yang pernah ada
di wilayah Cirebon. Beberapa Kerajaan dan
Keraton itu antara lain, Kerajaan Indraprahasta,
Keraton Carbon Girang, Keraton Singapura,
Keraton Japura dan Keadipatian Palimanan di
bawah Pemerintahan Keraton Rajagaluh.
1. Kerajaan Indraprahasta
Diperkirakan berdiri tahun 363 – 723 Masehi, lokasi
keratonnya meliputi Desa Sarwadadi Kecamatan
Sumber (sekarang). Wilayahnya meliputi
Cimandung, Kerandon Cirebon Girang di
Kecamatan Cirebon Selatan. Raja pertamanya Resi
Santanu dari lembah Sungai Gangga, datang ke
pulau Jawa sebagai pelarian setelah kalah perang
melawan Dinasti Samudra Gupta dari kerajaan
Magada.
Resi Santanu menikahi Dewi Indari putri bungsu
Rani Spati Karnawa Warman Dewi, Raja
Slakanagara yang ibukota kerajaannya di
Rajatapura (Pandeglang sekarang). Wilayah
kerajaan Indraprahasta diperkirakan sebelah Barat
Cipunegara, sebelah Timur sungai Cipamali,
sebelah Utara Laut Jawa, sebelah Selatan tidak ada
catatan yang jelas.
Raja-raja yang pernah berkuasa adalah :
1. Prabu Resi Santanu Indraswara Sakala Kreta
Buwana, memerintah tahun 363 – 398 M
2. Prabu Resi Jayasatyanegara ( 398 – 421 )
3. Prabu Resi Wiryabanyu, mertua dari Prabu
Wisnuwarman ( 421 – 444 )
4. Prabu Wama Dewaji ( 444 – 471 )
5. Prabu Wama Hariwangsa ( 471 – 507 )
6. Prabu Tirta Manggala Dhanna Giriswara ( 507 –
526 )
7. Prabu Asta Dewa ( 526 – 540 )
8. Prabu Senapati Jayanagranagara ( 540 – 546 )
9. Prabu Resi Dharmayasa( 546 – 590 ), masa
lahirnya Nabi Muhammad SAW. Tahun 571 M
10. Prabu Andabuwana, ( 590 – 636) menjelang
berakhir masa kekuasaannya Nabi Muhammad
SAW. Wafat, sekitar tahun 632 M.
11. Prabu Wisnu Murti ( 636– 661 ), Tentara Islam
sudah membebaskan wilayah Palestina, Syiria,
Irak, Mesir dan jauh sebelumnya Yaman sudah
dalam kekuasaan Islam sejak menjelang wafatnya
Nabi Muhammad SAW.
12. Prabu Tunggul Nagara ( 661 – 707 ), pada
masa itu ekspedisi-ekspedisi damai Islam sudah
sampai di Asia Tenggara khususnya Indonesia
dan sampai ke China. TW. Arnold
mengidentifikasikan Islam masuk ke Indonesia
tahun 674 M.
13. Prabu Resi Padma Hari Wangsa ( 707 – 719 ),
pada masanya Kekhalifahan Bani Umayah terus
menerus mengirimkan ekspedisi-ekspedisi
dagang dan dakwah ke negeri-negeri timur, yakni
China dan sekitarnya termasuk ke Indonesia
khususnya Sumatera dan Jawa waktu itu juga
sudah terkenal.
14. Prabu Wiratara ( 719 – 723 ), pada masa itu
kekuasaan Islam dari segi geografis telah menjadi
super state dan dari keunggulan militer telah
menjadi super power. Lembaga pendidikan telah
maju, jauh meninggalkan Eropa dibawah
peradaban Romawi dan Yunani.
15. Kerajaan Indraprahasta berakhir pada saat
pemerintahan Pabu Wiratara yang dikalahkan
Raja Sanjaya Harisdharma dari Kerajaan Mataram
di Jawa Tengah.
2. Keraton Carbon Girang
Keraton Carbon Girang berasal dari keraton
Wanagiri, setelah runtuhnya Indraprahasta yang
didirikan oleh Ki Ghedeng Kasmaya. Perubahan
dari Wanagiri menjadi Carbon Girang setelah Ki
Ghedeng Kasmaya memiliki anak pertama
bernama Ki Ghedeng Carbon girang hasil
perkimpoiannya dengan Ratna Kirana Puteri
Prabu Gangga Permana.
Keraton Carbon Girang antara lain diperintah oleh :
1. Ratu Dewata yang juga disebut Ki Ghedeng
Kasmaya.
2. Ki Ghedeng Carbon Girang
Berakhirnya Keraton Carbon Girang diperkirakan
tahun 1445. Kemudian setelah Pangeran
Walangsungsang diangkat menjadi Kuwu Carbon
II dengan gelar Pangeran Cakrabuwana
menggantikan Ki Danusela, tahun 1447, wilayah
carbon Girang disatukan dibawah kekuasaan
Kuwu Carbon II, pada tahun 1454 diangkat oleh
Raja Pajajaran menjadi Tumenggung dengan
gelar Sri Mangana.
3. Keraton Singapura
Singapura merupakan sebuah pemerintahan
bawahan Galuh yang sejajar dengan Keraton
Carbon Girang. Letak Keraton Singapura sekira
empat kilometer utara Giri Amparan Jati (makam
Sunan Gunung Jati sekarang), batas dan luas tidak
jelas, tetapi ada perkiraan sebagai berikut ;
* Sebelah Utara berbatasan dengan Surantaka,
* Sebelah Barat berbatasan dengan Carbon
Girang,
* Sebelah Selatan berbatasan dengan Keraton
Japura,
* Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Jawa
Teluk Cirebon.
Pemimpin yang dikenal antara lain Surawijaya
Sakti dan yang terakhir Ki Ghedeng Tapa atau Ki
Jumajan Jati. Pada masa pemerintahan Ki
Ghedeng Tapa itulah dibangun Mercusuar yang
pertama oleh Laksamana Te Ho tahun 1415
Masehi. Mercusuar tersebut menjadi awal
kebangkitan kegemilangan Pelabuhan Cirebon.
Singapura telah berdiri sebelum Prabu Siliwangi
naik tahta pada tahun 1428.
4. Keraton Japura
Japura berasal dari kata ” Gajahpura” berarti
gerbang masuk keraton yang berlambang gajah.
Keraton Japura adalah ibukota kerajaan Medang
Kamulan di sebelah Timur Cirebon, pusat
pemerintahan meliputi Desa Japura Kidul, Japura
Lor dan Desa Astana Japura di Kecamatan Astana
Japura, batas-batasnya meliputi ;
* Sebelah Utara Laut Jawa,
* Sebelah Selatan Desa Cibogo dan Desa Jatipiring,
* Sebelah Barat Desa Mundu Pesisir dan Desa
Suci,
* Sebelah Timur Desa Gebang
Pemimpinnya yang terkenal adalah Amuk
Marugul Sakti Mandra Guna.
5. Keadipatian Palimanan
Keadipatian Palimanan dibawah pemerintahan
Raja Galuh, dipimpin oleh seorang Adipati
bernama Arya Kiban. Pusat Keadipatian terletak di
Pegunungan Kapur Gunung Kromong Kecamatan
Palimanan sekarang, yang lebih dikenal dengan
sebutan Banyu Panas, saat itu wilayahnya
meliputi Kecamatan Ciwaringin dan Kecamatan
Susukan. Masa Keadipatian berlangsung hingga
tahun 1528, pada saat pecahnya perang terakhir
di Gunung Gundul antara Palimanan melawan
Carbon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar